Percobaan-percobaan biogenetik menunjukkan bahwa steroid yang terdapat dialam berasal dari triterpenoid. Steroid yang terdapat dalam jaringan hewan beasal dari triterpenoid lanosterol sedangkan yang terdapat dalam jaringan tumbuhan berasal dari triterpenoid sikloartenol setelah triterpenoid ini mengalami serentetan perubahan tertentu. tahap- tahap awal dari biosintesa steroid adalah sama bagi semua steroid alam yaitu pengubahan asam asetat melalui asam mevalonat dan skualen (suatu triterpenoid) menjadi lanosterol dan sikloartenol. Percobaan-percobaan menunjukkan bahwa skualen terbentuk dari dua molekul farnesil pirofosfat yang bergabung secara ekor-ekor yang segera diubah menjadi 2,3-epoksiskualen. selanjutnya lanosterol terbentuk oleh kecenderungan 2,3-epoksiskualen yang mengandung lima ikatan rangkap untuk melakukan siklisasi ganda. Siklisasi ini diawali oleh protonasi guigus epoksi dan diikuti oleh pembukaan lingkar epoksida. Kolesterol terbentuk dari lanosterol setelah terjadi penyingkiran tiga gugus metil dari molekul lanosterol yakni dua dari atom karbon C-4 dan satu dari C-14. Penyingkiran ketiga gugus metil ini berlangsung secara bertahap, mulai dari gugus metil pada C-14 dan selanjutnya dari C-4. Kedua gugus metil pada kedua C-4 disingkirkan sebagai karbon dioksida, setelah keduanya mengalami oksidasi menjadi gugus karboksilat. sedangkan gugus metil pada C-14 disingkirkan sebagai asam format setelah gugus metil itu mengalami oksidasi menjadi gugus aldehid
Reaksi
Pengenalan Steroid
identifikasi
Steroid : Menyiapkan 1 gram simplisia. Kemudiaan dimasukkan ke dalam 100
ml air panas. Didih selama 5 menit.
Kemudian disaring dan difiltrat digunakan sebagai larutan uji untuk identifikasi senyawa steroid. Adanya Steroid pada pengujian ini ditandai terjadinya perubahan warna menjadi warna hijau pada larutan, steroid merupakan golongan lipid yang diturunkan dari senyawa jenuh yang dinamakan siklopentanaperhidrofenantrena, yang memiliki inti dengan 4 cincin. Beberapa turunan steroid yang penting adalah alkohol steroid/sterol. Steroid lain diantaranya asam-asam empedu yang membantu pencernaan lemak dalam usus, hormon seks (androgen dan estrogen) dan hormon kortikosteroid yang dihasilkan oleh korteks adrenal. Vitamin D juga memiliki dasar struktur steroid (Dintith,2000). Steroid tidak terdapat bebas tetapi sebagai turunan senyawa yang lebih rumit seperti glikosida atau ester dengan asam lemak/asam aromatik. Steroid hewan yang khas berupa kolesterol terdapat pada lipid permukaan dan organel tumbuhan, tetapi sering kali tidak ditemukan karena hanya ini terdapat sebagai ester dan glikosida yang tidak larut dalam pelarut yang biasa dipakai untuk sterol bebas (Robinson, 1995). Resin parenkim dalam kayu lunak dan kayu keras mengandung triterpenoid dan steroid terutama terdapat sebagai ester-ester asam lemak. Steroid dan terpenoid berkaitan secara struktural, tetapi beberapa jalur khusus dalam biosintesisnya telah menghasilkan karakteristik-karakteristik struktur tertentu dan fungsi-fungsi biologi (Sjostrom, 1995).
Struktur molekul
Steroid
mempunyai struktur dasar yang terdiri dari 17 atom karbon yang membentuk tiga
cincin sikloheksana dan satu cincin siklopentana. Perbedaan jenis steroid yang satu dengan steroid yang
lain terletak pada gugus fungsional yang diikat oleh ke-empat cincin ini dan
tahap oksidasi tiap-tiap cincin
Kolestrol merupakan
steroid yang terbanyak di dalam tubuh manusia. Kolestrol memiliki struktur
dasar inti steroid yang mengandung gugus metil, gugus hidroksi yang terikat
pada cincin pertama, dan rantai alkil. Kandungan kolestrol dalam darah
berkisar 200-220 mg/dL, meningkatnya kadar kolestrol dalam darah dapat
menyempitkan pembuluh darah di jantung, sehingga terjadi gangguan jantung
koroner. Pengobatan yang sering dilakukan adalah melebarkan pembuluh darah
seperti, memasang ring atau melakukan operasi. Kolestrol dalam tubuh dibentuk
di dalam liver dari makanan. Struktur kolestrol dapat dilihat pada Gambar.
BIOSINTESIS
SENYAWA STEROID
Sintesis
dalam tubuh dimulai dengan satu molekul asetil KoA dan satu molekul
acetoacetyl-CoA , yang terhidrasi membentuk 3-hydroxy-3-methylglutaryl CoA (
HMG-CoA ). Molekul ini kemudian dikurangi menjadi mevalonate oleh enzim HMG-CoA
reduktase . Langkah ini adalah, diatur tingkat-membatasi dan langkah
ireversibel dalam sintesis kolesterol dan merupakan tempat aksi untuk statin
obat (HMG-CoA reduktase inhibitor kompetitif).
Mevalonate
kemudian diubah menjadi 3-isopentenil pirofosfat dalam tiga reaksi yang
memerlukan ATP . Mevalonate ini dekarboksilasi untuk pirofosfat isopentenil ,
yang merupakan kunci untuk metabolit reaksi biologis berbagai. Tiga molekul
mengembun pirofosfat isopentenil untuk membentuk pirofosfat farnesyl melalui
aksi geranyl transferase. Dua molekul pirofosfat farnesyl kemudian mengembun untuk membentuk squalene oleh aksi
sintase squalene dalam retikulum endoplasma . Oxidosqualene adenilat kemudian cyclizes
squalene untuk membentuk lanosterol . Akhirnya, lanosterol kemudian dikonversi
menjadi kolesterol melalui proses yang kompleks 19 langkah
Isolasi
dan Pemurnian serta Penentuan Struktur
Dalam isolasi steroid disini saya mencontohkan dalam sebuah penelitian dari jurnal yaitu Isolasi dan Pemurnian serta Penentuan Struktur Isolasi dan Pemurnian serta Penentuan Struktur
Alat
Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah labu semprot,
wadah maserasi, rangkaian alat destilasi, pinset, botol fial, gelas kimia,
gelas ukur, tabung reaksi, batang pengaduk, pipet tetes, labu erlenmeyer,
statif, klem, rotary evaporator, alat
penentu titik leleh elektroterma, penangas air, oven, neraca analitik,
kromatografi kolom flash, kromatografi kolom cair vakum, chamber, lampu UV
254-366 nm dan spektrofotometer IR.
Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: umbi lobak (Raphanus sativus Lamk), n-heksana, etilasetat, kloroform,
metanol, pereaksi Lieberman-Burchard, pereaksi Dragendorff, asam sulfat pekat,
NaOH 10%, pereaksi Mayer, pereaksi FeCl3, plat KLT G 60 F254,
silika gel 7730, silika gel 7733, silika gel 7734, aquadest dan tissue.
Prosedur Kerja
Ekstraksi
Serbuk kering umbi lobak (Raphanus
sativus Lamk). Sebanyak 1 kg dimaserasi dengan pelarut n-heksan sampai seluruh sampel terendam. Setiap 24 jam pelarutnya
diganti selama tiga kali (Kholifah, 2009). Ekstrak n-heksana disaring dan dievaporasi sehingga diperoleh ekstrak
kental n-heksana.
Fraksinasi
Ekstrak kental yang diperoleh di KLT kemudian diteruskan dengan
kromatografi kolom cair vakum (KKCV). Fraksi yang diperoleh pada proses (KKCV)
di KLT, sehingga Rf yang sama digabung. Fraksi yang sudah digabung
dilanjutkan pada kromatografi flash, sehingga diperoleh fraksi yang lebih sederhana
(Mahmia, 2006).
Pemurnian
Pemurnian dilakukan dengan cara kristalisasi dan rekristalisasi dengan
pelarut yang cocok, hingga diperoleh kristal murni yang ditandai dengan hasil
KLT yang menunjukkan satu noda dan pengujian titik leleh.
Identifikasi
Identifikasi senyawa dilakukan dengan menggunakan beberapa pereaksi
yaitu, Identifikasi Flavonoid (uji dengan NaOH 10%, uji dengan H2SO4
(pekat), dan uji dengan FeCl3), identifikasi alkaloid (uji dengan
pereaksi Dragendorf dan uji dengan pereaksi Mayer)dan identifikasi steroid (uji
dengan pereaksi Lieberman-Bourchard).
Analisis IR
Penentuan struktur dilakukan antara lain Inframerah (IR) untuk mengetahui
gugus fungsi yang terdapat dalam senyawa organik (Silverstein, 1991).
PERMASALAHAN
1. Bagaimanakah fungsi steroid dalam tubuh manusia?
2. Organ yang terlibat dalam produksi, metabolisme dan ekskresi hormon steroid
saya ingin mencoba mennggapi permasalahan pertama saudari
BalasHapusDalam tubuh manusia hormon steroid memiliki banyak fungsi, dan secara ringkas fungsi – fungsi tersebut adalah sebagai berikut:
Glukokortikoid atau kortisol berperan sebagai pengatur dalam banyak proses metabolisme termasuk pembentukan glukosa dari asam amino dan asam lemak dan penyimpanan glikogen dalam hati. Kortisol juga membantu menjaga tekanan darah tetap normal dan mempunyai efek anti-inflamasi dan imunosupresif.
Mineralokortikoid atau aldosteron berperan dalam menjaga keseimbangan air dan garam mineral dalam tubuh. Hormon ini akan membuat ginjal menyerap kembali natrium, kalium dan mebuang zat-zat yang diperlukan melalui urin. Hormon ini juga membantu dalam mengatur tekanan darah.
saya ingin menambahkan jawaban dari saudari munika. Saya juga setuju dengan yang disebutkan olehnya. Adapun jenis steroid pada manusia salah satunya adalah kolesterol yang dimana kolesterol memiliki beberapa peran penting di dalam tubuh untuk menunjang proses metabolisme tubuh. Kolestrol merupakan steroid yang terbanyak di dalam tubuh manusia. Kolestrol memiliki struktur dasar inti steroid yang mengandung gugus metil, gugus hidroksi yang terikat pada cincin pertama, dan rantai alkil. adapun fungsinya diantaranya sebagai pelindung sel, membantu memproduksi vitamin D, pembentukan hormon, pembentukan asam empedu, dan menjaga fungsi otak.
HapusAkan tetapi, semua manfaat kolesterol ini bisa kita dapatkan dengan menjaga kadarnya tetap dalam ambang yang sehat. Pasalnya, kadar kolesterol berlebih dalam tubuh terkait dengan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis.
Baiklah saya akan mencoba menjawab permasalahan no 2
BalasHapusOrgan yang terlibat dalam produksi, metabolisme dan ekskresi hormon steroid yaitu Ginjal, Hati, Empedu, dan usus
Hormon steroid diproduksi oleh kelenjar-kelenjar endokrin dan diedarkan melalui sistem sirkulasi darah. Hormon selanjutnya dimetabolisir di target organ, hati, dan ginjal yang kemudian dikeluarkan tubuh melalui saluran pencernaan, saluran urinaria, kelenjar saliva, dan kelenjar ambing
baik saya akan menanbhakan jawaban no 1
BalasHapusDalam tubuh manusia hormon steroid memiliki banyak fungsi, dan secara ringkas fungsi – fungsi tersebut adalah sebagai berikut: Glukokortikoid atau kortisol berperan sebagai pengatur dalam banyak proses metabolisme termasuk pembentukan glukosa dari asam amino dan asam lemak dan penyimpanan glikogen dalam hati. Kortisol juga membantu menjaga tekanan darah tetap normal dan mempunyai efek anti-inflamasi dan imunosupresif. Mineralokortikoid atau aldosteron berperan dalam menjaga keseimbangan air dan garam mineral dalam tubuh. Hormon ini akan membuat ginjal menyerap kembali natrium, kalium dan mebuang zat-zat yang diperlukan melalui urin. Hormon ini juga membantu dalam mengatur tekanan darah
Sumber: Hormon Steroid – Fungsi, Efek Kelebihan dan Kekurangan - Mediskus
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusbaiklah saya akan menjawab permasalahan pertama dimana Adapun peranan atau fungsi dari hormon steroid tersebut dalam tubuh kita yakni sebaga berikut :
BalasHapusSebagai hormon yang berfungsi untuk pengatur dalam banyak metabolisme termasuk pembentukan glukosa dari asam amino dan asam lemak serta penyimpanan glikogen dalam hati.
Sebagai hormon yang berfungsi untuk membantu menjaga tekanan darah tetap normal dan mempunyai efek anti – inflamasi dan imun supresif.
Sebagai hormon yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan air dan jumlah kadar garam mineral dalam tubuh.
Sebagai hormon yang berfungsi untuk yang bertugas untuk mengautr ginjal agar menyerap kembali natrium , kalium dan membuang zat – zat yang tidak diperlukan dalam tubuh melalui urin.
Sebagai hormon yang berfungsi untuk yang membantu mengatur tekanan darah agar tetap stabil sesuai dengan yang seharusnya.
saya ingin menjawab pertanyaan nomor 1, Dalam tubuh manusia hormon steroid memiliki banyak fungsi, dan secara ringkas fungsi – fungsi tersebut adalah sebagai berikut: Glukokortikoid atau kortisol berperan sebagai pengatur dalam banyak proses metabolisme termasuk pembentukan glukosa dari asam amino dan asam lemak dan penyimpanan glikogen dalam hati. Kortisol juga membantu menjaga tekanan darah tetap normal dan mempunyai efek anti-inflamasi dan imunosupresif. Mineralokortikoid atau aldosteron berperan dalam menjaga keseimbangan air dan garam mineral dalam tubuh. Hormon ini akan membuat ginjal menyerap kembali natrium, kalium dan mebuang zat-zat yang diperlukan melalui urin. Hormon ini juga membantu dalam mengatur tekanan darah.
BalasHapus