Senin, 07 Mei 2018

Multimedia Pembelajaran dalam Era Revolusi Industri 4.0

 
 kali ini kita akan membahas mengenai tentang Multimedia Pembelajaran dalam Era Revolusi Industri 4.0
Tantangan dan Peluang Industri 4.0
Kemajuan teknologi memungkinkan terjadinya otomatisasi hampir di semua bidang. Teknologi dan pendekatan baru yang menggabungkan dunia fisik, digital, dan biologi secara fundamental akan mengubah pola hidup dan interaksi manusia (Tjandrawinata, 2016). Industri 4.0 sebagai fase revolusi teknologi mengubah cara beraktifitas manusia dalam skala, ruang lingkup, kompleksitas, dan transformasi dari pengalaman hidup sebelumnya. Manusia bahkan akan hidup dalam ketidakpastian (uncertainty) global, oleh karena itu manusia harus memiliki kemampuan untuk memprediksi masa depan yang berubah sangat cepat. Tiap negara harus merespon perubahan tersebut secara terintegrasi dan komprehensif. Respon tersebut dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan politik global, mulai dari sektor publik, swasta, akademisi, hingga masyarakat sipil sehingga tantangan industri 4.0 dapat dikelola menjadi peluang.

Hermann et al (2016) menambahkan, ada empat desain prinsip industri 4.0. Pertama, interkoneksi (sambungan) yaitu kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan orang untuk terhubung dan berkomunikasi satu sama lain melalui Internet of Things (IoT) atau Internet of People (IoP). Prinsip ini membutuhkan kolaborasi, keamanan, dan standar. Kedua, transparansi informasi merupakan kemampuan sistem informasi untuk menciptakan salinan virtual dunia fisik dengan memperkaya model digital dengan data sensor termasuk analisis data dan penyediaan informasi. Ketiga, bantuan teknis yang meliputi;
(a) kemampuan sistem bantuan untuk mendukung manusia dengan menggabungkan dan mengevaluasi informasi secara sadar untuk membuat keputusan yang tepat dan memecahkan masalah mendesak dalam waktu singkat;
(b) kemampuan sistem untuk mendukung manusia dengan melakukan berbagai tugas yang tidak menyenangkan, terlalu melelahkan, atau tidak aman;
(c) meliputi bantuan visual dan fisik. Keempat, keputusan terdesentralisasi yang merupakan kemampuan sistem fisik maya untuk membuat keputusan sendiri dan menjalankan tugas seefektif mungkin. Secara sederhana, prinsip industri 4.0
Guna mendukung upaya pemerintah merespon era RI 4.0 ini, kata Ketut, ITS menetapkan 10 strategi utama dengan memfokuskan penyelarasan hal antara lain DigitalpreneurshipDistance LearningIT Infrastructure/E-services/Smart CampusLifelong LearningGlobal Network for AcademicResearch and InnovationIOT/Big Data/Intelegence MachineCharacter Building 4.0Teaching Industry; Allignment to Industry and Public Needs; dan Adaptive Environment.  
Digitalpreneurship, berfokus pada upaya menumbuhkembangkan kewirausahaan berbasis digital melalui penyelarasan kurikulum. Pemberdayaan digital co-working space, menghubungkan dengan sumber-sumber pendanaan dan pasar bagi startup berbasis digital, serta menyediakan digital market place untuk memasarkan hasil inovasi dan produk sivitas akademika ITS. Distance Learning, memberdayakan sistem dan infrastruktur pembelajaran jarak jauh yang selama ini telah ada di ITS (Share ITS), termasuk di dalamnya adalah sistem transfer kredit yang fleksibel serta perbaikan infrastruktur IT untuk mendukung penuatan distance learning. IT Infrastructure/E-services/Smart Campus, penguatan ITS sebagai smart campus dengan sistem informasi dan layanan berbasis digital dan paperless yang diharapkan dapat menguatkan kinerja akademik dan efisiensi  
Lifelong Learning, menyediakan sistem pembelajaran seumur hidup yang memungkinkan penguatan akademik dan kompetensi yang lebih fleksible. Bukan hanya untuk mahasiswa ITS, namun juga untuk masyarakat umum sehingga mampu meningkatkan daya saing SDM nasional. Penguatan ini tidak hanya melalui program akademik dengan menyiapkan sistem pendidikan yang lebih fleksibel, namun juga pada kegiatan pelatihan dan magang dalam upaya penguatan ketrampilan dan kompetensi. 
Global Network for Academic, Research and Innovation, penguatan program akademik dan riset serta inovasi dengan makin menumbukan iklim kolaborasi dengan lembaga nasional dan internasional melalui joint degree program, joint research, akreditasi ITS dari lembaga internasional, peningkatan mobilitas dosen dan mahasiswa serta tenaga kependidikan. 
IoT/Big Data/Intelegence Machine, mengarahkan sumber daya riset dan inovasi untuk mendukung pengembangan Internet of Things (IoT), Big Data dan intelegence machine yang dapat mendukung bidang riset stategis di ITS yaitu bidang maritim, ICT dan robotika, lingkungan dan pemukiman, energi-otomotif, sains-material dan nano teknologi, industri kreatif serta kebumian, manajemen bencana dan perubahan iklim. 
Character Building 4.0, membekali lulusan ITS dengan karakter cerdas, amanah dan kreatif termasuk di dalamnya upaya peningkatan aspek 5C 
Teaching Industry, penguatan kegiatan hilirisasi di teaching industry atau Science and Techno Park (STP) ITS untuk mendukung arah pengembangan prototipe skala industri, kerjasama dengan industri, paten, inkubasi, seed capital, training/certification serta pembinaan UMKM agar dapat mendukung industri nasional. 
Alignment to Industry and Public Needs, penyelarasan kurikulum, riset dan inovasi, pengembangan karakter, sistem pembelajaran, dan infrastruktur dan jejaring yang menyesuaikan dengan kebuhan masyarakat dan dunia industri. 
Adaptive Environment, memastikan sistem akademik, inovasi, riset, sistem pembelajaran, serta dukungan infrastruktur yang dikembangan di ITS mampu beradaptasi dengan perubahan yang sedemikian cepat sehingga memberi lingkungan yang adaptif bagi terbentuknya lulusan dan SDM yang kompetitif dan berkarakter.

permasalahan
1. bagaimanakah cara kita untuk Menghadapi Era Revolusi Industri?
2.  apakah yang dilakukan Kemenristekdikti untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa di era Revolusi Industri 4.0?
3. seperti apakah Salah satu kebijakan pemerintah adalah revitalisasi pendidikan kejuruan Indonesia? jelaskan
 

Jumat, 04 Mei 2018

Persentasi E-Learning Pembelajaran Kimia Hasil Pengembangan

Dalma pembahasan kali ini kita akan membahas tentang sifat-sifat koloid dengan menggunakan pembelajaran E-learning. sebelum membahas pembelajaran E-learning disini, kita pahami terlebih dahulu apa itu E-learning. 
E-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Berikut beberapa pengertian E-learning dari berbagai sumber:
  1. Pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran (Michael, 2013:27).
  2. Proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi (Chandrawati, 2010).
  3. Sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara guru dengan siswa (Ardiansyah, 2013).
Karakteristik E-learning
Menurut Rosenberg (2001) karakteristik E-learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan, dan sharing pembelajaran dan informasi.
Karakteristik E-learning menurut Nursalam (2008:135) adalah:
  1. Memanfaatkan jasa teknologi elektronik.
  2. Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan komputer networks)
  3. Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh doesen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja.
  4. Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer 
dikarenakan tidak semua pembelajaran bisa dilaksanakan dalam kelas, maupun dalam tatap muka langsung, kali ini saya akan membahas tentang sifat-sifat koloid menggunakan pembelajaran E-learning.
dimana dapat dilihat di youtube yaitu:

https://youtu.be/ZWE5Zm1RJPU

dalam penjelasan saya, saya membahas tentang


Sifat-sifat Koloid

1. Efek Tyndall

Penerapan Efek Tyndall kehidupan sehari-hari. Contoh Efek Tyndall adalah sebagai berikut...
  • Sorot lampu mobil atau senter di udara berkabut
  • Pada sore hari munculnya warna biru dan jingga 
  • Sinar matahari melalui celah-celah dari daun pada waktu pagi hari
2. Gerak Brown 


Penerapan Gerak Brown dalam kehidupan sehari-hari. Contoh Gerak Brown adalah sebagai berikut...
  • Susu
3. Adsorpsi 
Penerapan Adsorpsi dalam kehidupan sehari-hari. Contoh Adsorpsi adalah sebagai berikut...
  • Penjernihan air dengan menggunakan tawas
  • Penjernihan air tebu dalam pembuatan gula 
  • Penyembuhan sakit perut dengan norit akibat dari bakteri patogen 
  • Pencelupan serat wol pada proses pewarnaan 
4. Koagulasi 

Penerapan Koagulasi dalam kehidupan sehari-hari. Contoh koagulasi adalah sebagai beirkut... 
  • Penjernihan air 
  • Proses penggumpalan debu atau asap pabrik
  • Pengolahan karet dengan lateks
  • Pembentukan delta di muara 
  • Proses penetralan partikel albuminoid dalam darah oleh ion Fe3 + atau Al3+ 
5. Elektroforesis

Penerapan Elektroforesis dalam kehidupan sehari-hari. Contoh Elektroforesis adalah sebagai berikut...
  • Identifikasi DNA 
  • Mendeteksi kelainan genetic
  • Proses penyaringan debu pabrik 
6. Koloid Pelindung

Penerapan Koloid Pelindung dalam kehidupan sehari-hari. Contoh Koloid Pelindung adalah sebagai berikut...
  • Penambahan minyak silikon pada cat
  • Penambahan kasein pada susu 
  • Penambahan gelatin pada es krim 
  • Penambahan lestin pada margarin 
7.Dialisis
Penerapan Dialisis dalam kehidupan sehari-hari. Contoh Dialisis adalah sebagai berikut....




  • Proses cuci darah 
  • Memisahkan ion-ion sianida dan tepung tapioka



  •  Permasalahan!!!!
    1. apakah pembelajaran dengan menggunakan E-learning merupakan suatu cara pembelajaran yang efektif?
    2. bagaimanakah jika kamu seorang guru yang menggunakan pembelajaran E-learning seperti yang saya lakukan, dan pada saat proses penjelasan materi, ada anak murid yang koneksi internetnya tidak lancar?
    3. bisakah anda sebutkan aplikasi yang bisa digunakan untuk pembelajaran E-learning dan jelaskan keunggulannya?

    Fenil Propanoid

    ASAL USUL FENILPROPANOID Fenilpropanoid merupakan suatu kelompok senyawa fenolik alam yg berasal dari asam amino aromatik fenilalanin ...