Lipid adalah sekelompok senyawa non heterogen yang meliputi
asam lemak dan turunannya, lemak netral (trigliserida), fosfolipid serta sterol
( Ganong ,2008). Lipid memiliki arti lain sebagai kelompok besar biomolekul
dengan gugus fungsional karboksil (-COOH) atau gugus ester (-COOR), yang tidak
dapat larut dalam air, tapi larut dalam larutan non polar, seperti eter,
aseton, bensin, karbon tetraklorida, dan lain sebagainya (Baraas, 2006). Lipid
akan larut dalam pelarut organic seperti aseton, alkohol, kloroform, eter, dan
benzena (Bintang, 2010). Lipid dikelompokkan berdasarkan struktur dan
karakteristik non polarnya menjadi lemak (fat), lilin, fosfolipid, sfingolipid,
glikolipid, eikosanoat, steroid, lipoprotein, dan vitamin yang larut di dalam
lemak. Beberapa jenis lipid memiliki gugus polar dan non polar, sehingga lipid
bersifat amfipatik akan membentuk misel di dalam air (Ritter,1996). Lemak termasuk bagian dari lipid sehingga;
a. struktur dari lemak
b. lipid
- lipid sederhana
Lemak dan minyak merupakan lipid sederhana yang terdiri atas trigliserida campuran dari gliserol dan asam lemak rantai panjang. Lemak tersimpan diseluruh tubuh tetapi jumlahnya paling banyak terdapat pada jaringan adipose. Secara kimiawi lemak disebut sebagai trigliserida, yaitu senyawa yang terbentuk dari gliserol dan asam lemak
- lipid majemuk
Hasil hidrolisis dari lipid majemuk adalah gliserol, asam lemak dan zat lain. Lipid kompleks dikelompokan menjadi dua, yaitu fosfolipida dan glikolipida. Fosfolipid merupakan senyawa yang akan menghasilkan gliserol, asam lemak, asam fosfat dan senyawa nitrogen apabila dihidrolisis. Sedangkan glikolipida merupakan senyawa lipid yang mengandung karbohidrat
Metabolisme Lemak merupakan proses
tubuh untuk menghasilkan energi dari asupan lemak setelah masuk menjadi
sari-sari makanan dalam tubuh. dalam memetabolisme lemak menjadi energi kita
membutuhkan bantuan glukosa dari karbohidrat. karena itu, tubuh kita cenderung
menuntut makan yang manis-manis setelah makan makanan yang kaya akan lemak.
lemak dalam tubuh kita akan masuk ke dalam proses metabolisme setelah melewati
tahapan penyerapan, sehingga bentukan lemak yang memasuki jalur metabolisme
lemak dalam bentukan trigliserida. (trigliserida adalah bentuk simpanan lemak
tubuh).
Lipid yang terdapat
sebagai bagian dari makanan hewan merupakan campuran lipid yang sederhana
(terpena dan steorida) dan yang kompleks (triasilgliserol, fosfolipid,
sfingolipid, dan lilin) berasal dari tanaman maupun jaringan hewan. Dalam mulut
dan lambung, lipid tadi belum mengalami pemecahan yang berarti. Setelah berada
dalam intestin, lipid kompleks terutama triasilgliserolnya dihidrolisis oleh
lipase menjadi asam lemak bebas dan sisa. Enzim lipase diaktifkan oleh hormon
epineprin. Enzim ini dibantu oleh garam asam empedu (terutama asam kholat dan
taurokholat) yang disekresikan oleh hati. Fungsi garam tersebut ialah
mengemulsi makanan berlemak sehingga terbentuklah emulsi partikel lipid yang
sangat kecil
Oleh karena itu,
permukaan lipid menjadi lebih besar dan lebih mudah dihirolisis oleh lipase.
Enzim ini tidak peka terhadap larutan lemak sempurna. Reaksi hidrolisisnya
berlangsung sebagai berikut.
Berdasarkan reaksi
tersebut dapat diketahui bahwa lipase pankreas hanya bisa menghidrolisis ikatan
ester pada atom C nomor 1 dan 3 yang hasilnya asam lemak bebas dan monoasil
gliserol. Dengan bantuan misel-misel garam empedu maka asam lemak bebas,
monoasil gliserol, kolesterol, dan vitamin membentuk sebuah kompleks yang
kemudian menempel (diabsorpsi) pada permukaan sel mukosal. Senyawa-senyawa
tersebut selanjutnya menembus membran sel mukosal dan masuk ke dalamnya.
Miselmisel garam empedu melepaskan diri dan meninggalkan permukaan sel mucosal
Dalam sel mukosal, asam
lemak bebas monoasil gliserol disintesis kembali menjadi triasil gliserol yang
setelah bergabung dengan albumin, kolesterol, dan lain-lain membentuk
siklomikron. Siklomikron tersebut pada akhirnya masuk ke dalam darah, kemudian
sampai ke hati dan jaringan lain yang memerlukannya. Sebelum masuk ke dalam
sel, triasil gliserol dipecah dulu menjadi asam lemak bebas dan gliserol oleh
lipoprotein lipase. Katabolisme adalah proses penguraian dan pembebasan dari
zat-zat organik. Asam lemak adalah suatu senyawa yang terdiri atas panjang
hidrokarbon dan gugus karboksilat yang terikat pada ujungnya. Asam lemak mempunyai
dua peranan fisiologi yang penting, yaitu:
1. pembentuk fosfolipid dan
glikolipid yang merupakan molekul amfipotik sebagai komponen membran biologi
2. sebagai molekul sumber energi.
Proses metabolisme
lemak sebagai komponen bahan makanan yang masuk ke dalam tubuh hewan, dimulai
dengan proses pencernaannya di dalam usus oleh enzim. Asam lemak bersenyawa
kembali dengan gliserol membentuk lemak yang kemudian diangkut oleh pembuluh
getah bening. Selanjutnya, lemak disimpan di jaringan adiposa (jaringan lemak).
Jika dibutuhkan, lemak akan diangkut ke hati dalam bentuk lesitin yang
dihidrolisis oleh lipase menjadi asam lemak dan gliserol. Gliserol diaktifkan
oleh ATP menjadi gliserol fosfat dan akhirnya mengalami oksidasi, seperti
glukosa. Rantai karbon asam lemak diolah di dalam mitokondria sehingga
dihasilkan asetil koenzim yang selanjutnya dapat masuk ke dalam Siklus Krebs
permasalahan
1. seorang terkena penyakit kardiovaskuler sangat erat kaitannya dengan metabolit, bagaimana ini bisa terjadi?
2. Lipid umumnya bersifat hidrofobik;1- 3 oleh karena itu dibutuhkan suatu pelarut
yaitu apoprotein, apa hubungan antara lipid dan apoprotein dalam kasus ini?
Says ingin mencoba menanggapi permasalahan petama saudari.
BalasHapusKardiovaskular disebut juga dengan sistem peredaran darah yang berfungsi memindahkan zat ke dan dari sel. Sistem kardiovaskular juga berperan dalam menstabilkan suhu dan pH tubuh manusia.Sementara itu, jika kardiovaskular terganggu, seseorang biasanya berisiko terserang penyakit jantung. Faktor penyakit kardiovaskular yang harus diketahui
1. Usia
2. Masalah pria
3. Perokok
4. Kolesterol
5. Tekanan darah tinggi
6. Gen
7. Obesitas
8. Diabetes
9. Gaya hidup
Pemicu Penyakit Kardiovaskular
“Pola makanan yang bekolestrol tinggi dapat menyebabkan penumpukan lemak pada dinding arteri pembulu darah yang mengsuplay ke jantung dan otak.”
Saya ingin menanggapi pertanyaan kedua dimana apa hubungan antara lipid dengan apoprotein. Seperti diketahui bahwa lipid bersifat tidak larut dalam air sehingga timbul permasalahan dalam hal transportasi atau pengangkutannya di dalam plasma darah, Karena sifatnya yang tidak larut dalam air maka untuk mengedarkan lipid ke seluruh tubuh termasuk juga kolesterol salah satu contohnya dibutuhkan suatu pengangkut yang disebut apoprotein, sedangkan kombinasi antara apoprotein dan zat lemak yang harus diangkut disebut lipoprotein. Lipoprotein merupakan partikel berbentuk bola
BalasHapusyang berfungsi mentranspor lipid dalam darah, antara lain kolesterol dan trigliserida.
saya ingin mencoba menjawab pertanyaan nomor 2,
BalasHapusmenurut literatur yang saya temukan , lipid bersifat tidak larut dalam air sehingga timbul permasalahan dalam hal transportasi atau pengangkutannya di dalam plasma darah yang merupakan lingkungan akueosa. Karena sifat lemak yang tidak larut dalam air maka untuk mengedarkan lipid ke seluruh tubuh termasuk juga kolesterol dibutuhkan suatu pengangkut yang disebut apoprotein, sedangkan kombinasi antara apoprotein dan zat lemak yang harusn diangkut disebut lipoprotein.
saya sependapat dengan yulin dan rhami, dimana apoprotein itu berfungsi untuk mengangkut lipid dan kolesterol keseluruh tubuh maka dengan adanya apoprotein ini maka lemak dan kolesterol bisa diedarkan keselut=ruh tubuh
BalasHapusBaiklah saya akan menjawab permasalahan anda no 1 yaitu Penyakit kardiovaskular menyebabkan penyempitan pembuluh darah akibat adanya tumpukan lemak yang menghambat kerja otot jantung. Oleh sebab itu, penyakit kardiovaskular erat kaitannya dengan penyakit jantung koroner dan stroke,
BalasHapusPenyempitan pembuluh darah akibat penyakit ini pun dapat memengaruhi ginjal. Dalam kondisi yang kritis, dampaknya adalah terjadinya edema general atau bengkak akibat penumpukan cairan di seluruh tubuh.
"Edema pada kasus penyakit kardiovaskular seperti jantung, bisa terjadi akibat payah jantung sehingga memengaruhi fungsi kerja ginjal dalam mengalirkan aliran darah kembali ke jantung. Jadi, alirannya tidak lancar, bahkan bisa terbendung akibat daya pompa di jantung yang rendah.
Pada gagal jantung, jantung tidak efektif memompakan darah sehingga sebagian darah terbendung pada kaki, perut, dan menyebabkan pembengkakan. Pada gagal ginjal, ginjal tak mampu menyaring darah dan menghasilkan air urine. Akibatnya, air tidak dapat keluar dan menyebabkan hampir seluruh tubuh bengkak.