Sabtu, 21 April 2018

TEORI PEMROSESAN INFORMASI BERBANTUAN MEDIA


 
Teori Pemrosesan Informasi dalam Pembelajaran menurut Gagne
Teori pembelajaran pemrosesan informasi adalah bagian dari teori belajar sibernetik. Secara sederhana pengertian belajar menurut teori belajar sibernetik adalah pengolahan informasi. Dalam teori ini, seperti psikologi kognitif mengkaji proses belajar penting dari hasil belajar namun yang lebih penting dari kajian proses belajar itu sendiri adalah sistem informasi, sistem informasi inilah yang pada akhirnya akan menentukan proses belajar.
Penjelasan lebih lanjut dari Bambang Warsita, bahwa berdasarkan kondisi internal dan eksternal ini, Gagne menjelaskan bagaimana proses belajar itu terjadi. Model proses belajar yang dikembangkan oleh Gagne didasarkan pada teori pemrosesan informasi, yaitu sebagai berikut :
1.    Rangsangan yang diterima panca indera akan disalurkan ke pusat syaraf dan diproses sebagai informasi.
2.   2.   Informasi dipilih secara selektif, ada yang dibuang, ada yang disimpan dalam memori jangka pendek, dan ada yang disimpan dalam memori jangka panjang.
3.      Memori-memori ini tercampur dengan memori yang telah ada sebelumnya, dan dapat diungkap kembali setelah dilakukan pengolahan

TAHAP-TAHAP PEMROSESAN INFORMASI

Sebelum respons kinetik diberikan terhadap suatu stimuli, informasi akan
dianalisis melalui;
1.     Identifikasi stimulus sebagai persepsi
Tahap pengenalan rangsang (stimuli identification) merupakan tahap penginderaan, yang menganalisis informasi dari berbagai sumber seperti pandangan, pendengaran, sentuhan, penciuman, dan sebagainya. Identifikasi stimulus merupakan awal dari rangkaian pengenalan stimulus yang diterima seseorang dengan memberikan analisis terhadap lingkungan dari suatu sumber informasi, bentuk informasi, sentuhan, penglihatan dan pendengaran. Hasil identifikasi stimulus ini akan menjadi bentuk yang representatif bagi seleksi respons yang harus diberikan terhadap suatu bentuk stimuli.
2.     Seleksi respons sebagai keputusan
Pada tahap seleksi respons akan dilakukan seleksi terhadap berbagai kemungkinan respons yang harus diberikan terhadap suatu stimuli, selanjutnya seleksi respons akan disesuaikan dengan keadaan lingkungan. Berbagai kemungkinan bentuk gerak akan diprogramkan untuk memberikan respons, atas stimuli yang muncul.Tahapan pemilihan respon dimulai ketika tahapan pertama memberikan informasi tentang hakikat dari rangsangan yang masuk. Selanjutnya tugas pemilihan respon ini adalah untuk menentukan gerakan apa yang harus dibuat, sesuai dengan rangsangan. Tahap ini adalah serupa dengan mekanisme penerjemahan antara masukan indera dan luaran gerakan
3.     Pemrograman respon sebagai aksi
Dalam pemrograman respons dilakukan pengorganisasian tugas dari sistem motorik sebagai dasar respons kinetik. Sebelum respons kinetik sebagai jawaban dimunculkan, maka program respons akan mempertimbangkan bentuk stimulus yang telah diidentifikasi pada taha  sebelumnya. Bila tahapan rangkaian proses pengolahan informasi telah dilakukan, maka pola rencana gerak telah terbentuk dalam memori seseorang. Pola rencana gerak yang berinteraksi dengan lingkungan stimulus pada akhirnya akan menjadi respons kinetik seperti yang ditampilkan oleh seseorang.

Pembelajaran berbantuan multimedia dapat diartikan sebagai aplikasi multimedia yang digunakan dalam proses pembelajaran, untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, keterampilan dan sikap) serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan belajar sehingga terjadi proses belajar yang sesuai tujuan dan terkendali (Istiyanto, 2011). Menurut Mayer (2009:64), asumsi yang mendasari teori kognitif tentang multimedia learning, yakni dual-channel (saluran ganda), limited capacity (kapasitas terbatas), dan active-processing (pemrosesan aktif).
Asumsi saluran ganda (dual-channel assumption) menyatakan bahwa manusia memiliki saluran terpisah bagi pemrosesan informasi untuk materi visual dan materi auditori. Informasi berupa kata-kata diterima oleh mata dan telinga, sedangkan gambar diterima oleh mata yang merupakan memori sensorik. Setelah diseleksi oleh memori sensorik, informasi diteruskan kememori kerja. Di dalam memori kerja, informasi diorganisasikan untuk diintegrasikan yang selanjutnya diteruskan ke memori jangka panjang. Kedua saluran tersebut diilustrasikan dalam Gambar 1.
 
 
Menurut Mayer dan Moreno (2010), teori kognitif pembelajaran yang disajikan pada Gambar 1 didasarka pada teori beban kognitif dengan fokus mengurangi beban kognitif siswa. Teori beban kognitif memuat tiga jenis pengolahan kognitif selama belajar. Pertama, beban kognitif intrinsic (intrinsic cognitive load) merupakan beban pikiran dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan tuntutan konten. Kedua, beban kognitif germane (germane cognitive load) merupakan beban pikiran yang dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan oleh tuntutan untuk mengintegrasikan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya. Ketiga, beban kognitif extraneous (extraneous cognitive load) merupakan beban pikiran yang dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan oleh kerja pikiran yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran (Clark et al, 2006).

Teori beban kognitif telah menjadi salah satu teori dasar yang digunakan untuk menggambarkan proses kognitif dalam belajar dengan teknologi baru, seperti lingkungan multimedia atau instruksi berbasis web (Mayer, 2001; Niegemann, 2001). Menurut Mayer (2009:64), asumsi yang mendasari teori kognitif tentang multimedia learning, yakni dual-channel (saluran ganda), limited capacity (kapasitas terbatas), dan active processing (pemrosesan aktif). Asumsi saluran ganda (dual channel assumption) menyatakan bahwa manusia memiliki saluran terpisah bagi pemrosesan informasi untuk materi visual dan materi auditori. Informasi berupa kata-kata diterima oleh mata dan telinga, sedangkan gambar diterima oleh mata yang merupakan memori sensorik. Setelah diseleksi oleh memori sensorik, informasi diteruskan ke memori kerja. Di dalam memori kerja, informasi diorganisasikan untuk diintegrasikan yang selanjutnya diteruskan ke memori jangka panjang.

permasalahan
1. Menurut Sweller (2009), jika kapasitas kognitif siswa kelebihan beban (overload cognitive) maka
pembelajaran akan terganggu, bagaimana cara untuk mengatasi masalah seperti berikut?
2.  Sebelum seseorang mengingat suatu informasi atau sebuah kejadian dimasa lalu, ternyata ada beberapa tahapan yang harus dilalui ingatan untuk bisa muncul kembali, apakah itu?
3. bagaimanakah tahap Pengolahan informasi pada saat melakukan aktivitas keterampilan?

12 komentar:

  1. Saya ingin mencoba menjawab pertanyaan ke tiga saudari
    Dalam pengolahan informasi saat melakukan suatu keterampilan telah terjadi tiga tahapan, yaitu: masukan (input), pengambilan keputusan dan keluaran (output).
    a. Masukan (Input)
    Masukan (Input) merupakan informasi yang diperoleh secara sadar dari lingkungan atau dari luar untuk memutuskan tanggapan yang harus dilakukan.
    b. Pengambilan Keputusan (Decision Making)
    Pengambilan Keputusan (Decision Making) merupakan tahapan dimana didalamnya telah terjadi pemrosesan, yaitu: mengenali informasi yang diperoleh, pemrosesan dalam memori, dan mempresepsi masukan untuk menghasilkan suatu keluaran (output) yang dinginkan.
    c. Keluaran (Output)
    Output merupakan tanggapan seseorang yang ditunjukkan dalam suatu keterampilan setelah dilakukan pemrosesan. Dimana output keterampilan ini nantinya dapat dijadikan dasar atau ukuran dalam pengambilan keputusan apakah keterampilan yang dilakukan perlu adanya perbaikan atau dilanjutkan pada tingkat keterampilan yang lain. Biasanya keterampilan tersebut dimulai dari yang mudah ke yang lebih sulit. Untuk itu perlu adanya umpan balik (feedback) untuk mengevaluasi keterampilan tersebut.

    BalasHapus
  2. Saya akan menjawab no 2

    Untuk mengetahui bagaimana proses mengingat kembali itu terjadi maka perlu diketahui bagaimana prosesnya manusia bisa menyimpan informasi dalam ingatanya. Memori atau ingatan merupakan fungsi yang terlibat dalam mengenang atau mengalami lagi pengalaman masa lalu. Proses ingatan ini diukur dengan pengingatan (recall), reproduksi, pengenalan (recognition) dan belajar-ulang (relearning) (Chaplin,2005).
    Lebih jelasnya Walgito (2004) menjelaskan bahwa ada dua cara menimbulkan kembali informasi dalam ingatan, yaitu dapat ditempuh dengan (1) mengingat kembali (to recall) dan (2) mengenal kembali (to recognize). Jadi recall memory adalah kemampuan menimbulkan ingatan kembali dengan cara mengingat kembali.
    Berdasarkan pendapat yang telah dikemukakan di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa recall memory adalah kegiatan individu untuk mengingat kembali informasi yang telah disimpan di dalam ingatannya.

    BalasHapus
  3. Saya akan membantu menjawab permasalahan no.1. Menurut Sweller (2009), jika kapasitas kognitif siswa kelebihan beban (overload cognitive) maka pembelajaran akan terganggu. Sehingga untuk mengatasi kesulitan belajar siswa antara lain melalui pembelajaran yang efektif dengan mengelola beban kognitif intrinsik, mengurangi beban kognitif extraneous dan meningkatkan beban kognitif germane (Kalyuga, 2009). Mayer dan Moreno (2010:131) menegaskan bahwa untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif dapat dibantu dengan multimedia, karena multimedia efektif untuk mengelola beban kognitif intrinsic, mengurangi beban kognitif extraneous dan meningkatkan beban kognitif germane.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baiklah mencoba menanggapi permasalahan pertama saudari annisa ,saya rasa solusinya dengan menyajikan informasi yang penting saja dan penggunaan bahasa yang menarik dan mudah dimengerti sehingga memotivasi siswa dan membuat siswa mudah memahami. LTM, bermula dari STM. Utnuk memperkuat STM dibutuhkan pemahaman atau stimulus yang berkesan atau sering dijumpai. Sehingga berakhir menjadi LTM.

      Hapus
    2. Saya sependapat dengan hudia, untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah guru bisa mempertimbangkan penggunaan multimedia sehingga dalam multimedia yang digunakan hanya menyajikan pokok2 materi dengan cara yang menarik sehingga siswa bisa mengingatnya dalam jangka panjang, dan akak mengatasi kelebihan beban

      Hapus
  4. Baiklah saya akan mencoba menjawab permasalahan no 3 dimana Dalam pengolahan informasi saat melakukan suatu keterampilan telah terjadi tiga tahapan, yaitu: masukan (input), pengambilan keputusan dan keluaran (output).
    a. Masukan (Input)
    Masukan (Input) merupakan informasi yang diperoleh secara sadar dari lingkungan atau dari luar untuk memutuskan tanggapan yang harus dilakukan.
    b. Pengambilan Keputusan (Decision Making)
    Pengambilan Keputusan (Decision Making) merupakan tahapan dimana didalamnya telah terjadi pemrosesan, yaitu: mengenali informasi yang diperoleh, pemrosesan dalam memori, dan mempresepsi masukan untuk menghasilkan suatu keluaran (output) yang dinginkan.
    c. Keluaran (Output)
    Output merupakan tanggapan seseorang yang ditunjukkan dalam suatu keterampilan setelah dilakukan pemrosesan. Dimana output keterampilan ini nantinya dapat dijadikan dasar atau ukuran dalam pengambilan keputusan apakah keterampilan yang dilakukan perlu adanya perbaikan atau dilanjutkan pada tingkat keterampilan yang lain. Biasanya keterampilan tersebut dimulai dari yang mudah ke yang lebih sulit. Untuk itu perlu adanya umpan balik (feedback) untuk mengevaluasi keterampilan tersebut.

    BalasHapus
  5. baiklah saya akan menambahkan pertanyaan no 3 dimana tahap pengolah informasi ada beberapa tahap yaitu :
    Tahap pertama adalah pemaparan ialah kegiatan yang dilakukan pemasar untuk menyampaikan stimulus kepada konsumen.
    Bagian kedua dari bagan proses pengolahan informasi Willian McGuire adalah perhatian. perhatian itu sendiri akan dipengaruhi oleh faktor pribadi dan faktor stimulus , dimana faktor pribadi meliputin motivasi,kebutuhan,dan lain –lain
    Bagian ketiga ialah pemahaman. Dimana pemahaman ialah usaha konsumen untuk mengartikan atau menginterpretasikan stimulus.
    Bagian ke empat yaitu penerimaan. pada bagian penerimaan dalam kontek pemasaran ini,persepsi konsumen bisa berupa persepsi produk, persepsi merek, persepsi pelayanan, persepsi harga, persepsi kualitas produk, persepsi took, atau persepsi terhadap produsen.
    bagian kelima dari bagan itu adalah retensi . Retensi ialah sebuah proses dimana konsumen memindahkan informasi,yang berupa interpretasi konsumen, ke memori jangka panjang.

    BalasHapus
  6. Saya mau menanggapi permasalah no.2
    . Sebelum seseorang mengingat suatu informasi atau sebuah kejadian dimasa
    lalu, ternyata ada beberapa tahapan yang harus dilalui ingatan untuk bisa muncul
    kembali. Tiga tahapan utama pembentukan dan pengambilan memori dalam proses
    pengolahan informasi tersebut, adalah:
     Encoding atau pendaftaran (menerima, pengolahan dan menggabungkan
    informasi yang diterima)
     Penyimpanan (penciptaan catatan permanen dari informasi yang dikodekan)
     Retrieval , mengingat atau ingatan (memanggil kembali informasi yang
    disimpan dalam menanggapi beberapa isyarat untuk digunakan dalam proses
    atau kegiatan)
    Untuk mengetahui bagaimana proses mengingat kembali itu terjadi maka
    perlu diketahui bagaimana prosesnya manusia bisa menyimpan informasi dalam
    ingatanya. Proses ingatan ini diukur dengan pengingatan (recall), reproduksi,
    pengenalan (recognition) dan belajar-ulang (relearning).

    BalasHapus
  7. Baiklah, saya ingin menangggapi permasalahan anda yang pertama. Menurut pendapat saya beban tersebut dapat diatasi dengan cara menagajarkan materi pembelajaran secara berstruktur dan konsep intinya saja, karena apabila konsepnya telah dipahami maka anak akan membuat pengertian sendiri atau mengemabngkan sendiri materi yang telah diberikan menurut bahasanya sendiri sehingga mudah diingatnya dan tidak membebankan pikirannya dengan materi yang sangat banyak.

    BalasHapus
  8. saya ingin menanggapi permasalahan nomor 1, bagaimana cara mengatasinya. Menurut saya banyak anak yang salah mengolah informasi, mereka sering menghafal banyak sehingga akan menyebabkan hal tersebut. Pengalaman say didalam belajar kita cuman perlu memahami inti dari materi bukan menghafalnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk mencegah itu guru bisa menggunakan pejalaran berbasis masalah, dimana anak dituntut untuk menyelesaikan masalah sehingga ia dapat menarik kesimpulan berdasarkan malah dan kaitannya dengan materi

      Hapus
  9. Menanggapi permasalahan pertama, menurut saya untuk mengatasi overload cognitive dapat dilakukan dengan pemberian materi yang penting saja dengan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta didik serta pada proses pembelajaran diselingi dengan gurauan sehingga siswa tidak terlalu terposir pikirannya.

    BalasHapus

Fenil Propanoid

ASAL USUL FENILPROPANOID Fenilpropanoid merupakan suatu kelompok senyawa fenolik alam yg berasal dari asam amino aromatik fenilalanin ...