Dalam
setiap kehidupan bermasyarakat diperlukan komunikasi untuk menyampaikan
informasi. Setiap bentuk komunikasi memerlukan media untuk menyampaikan pesan
dari si pengirim kepada si penerima. Dalam pembelajaran juga memerlukan media.
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan
pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat,
pikiran, perasaan, sikap, dan kepercayaan siswa dalam kegiatan belajar untuk
mencapai tujuan belajar.1,4,5,6)
Seiring
dengan perkembangan teknologi dan banyak sekolah atau lembaga pendidikan yang
mulai mengembangkan proses pembelajaran menggunakan e-learning, maka
banyak pula guru yang terdorong untuk mulai merancang dan mengembangkan proses
pembelajaran dengan memanfaatkan sistem pembelajaran online di
sekolahnya. Dipilihnya e-learning dalam pemecahan masalah yang
berhubungan dengan peningkatan kualitas pembelajaran pada mata pelajaran kimia
karena dapat mempermudah interaksi antara peserta didik dengan materi
pelajaran, demikian juga interaksi antara peserta didik dengan guru maupun
antara sesama peserta didik baik dari segi situasi, kondisi, waktu maupun
tempat. Hal ini dikarekan pembelajaran dengan e-learning ini tidak hanya dapat
dilaksanakan di jam sekolah saja, tetapi bisa juga diluar jam sekolah.
Social Network,
atau sering disebut sebagai jejaring sosial adalah struktur sosial yang terdiri
dari elemen-elemen individual atau organisasi. Dengan social network, para
penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan sesuatu
dengan mudah dan cepat. Edmodo merupakan social network berbasis
lingkungan sekolah (school based environment).
Pengertian e-learning berbeda
dengan pembelajaran secara online (online learning) dan pembelajaran
jarak jauh (distance learning). Online learning merupakan
bagian dari e-learning, hal ini seperti yang dinyatakan oleh Australian
National Training Authority bahwa e-learning merupakan
suatu konsep yang lebih luas dibandingkan online learning, yaitu
meliputi suatu rangkaian aplikasi dan proses-proses yang menggunakan semua
media elektronik untuk membuat pelatihan dan pendidikan vokasional menjadi
lebih fleksibel. Online learning merupakan suatu pembelajaran
yang menggunakan internet, intranet dan ekstranet, atau pembelajaran yang
menggunakan jaringan komputer yang terhubung secara langsung dan luas
cakupannya (global). Sedangkan distance learning, cakupannya lebih luas
dibandingkan e-learning, yaitu tidak hanya melalui media elektronik
tetapi bisa juga menggunakan media non-elektronik. Distance
learning lebih menekankan pada ketidakhadiran pendidik setiap
waktu. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan secara umum e-learning dapat
diartikan sebagai pembelajaran yang memanfaatkan atau menerapkan teknologi
informasi dan komunikasi. E-learning adalah kegiatan belajar yang menggunakan
internet yang dapat dikombinasikan dengan kegiatan tatap muka yang ada di
lembaga pendidikan.
E-learning membutuhkan
model yang harus didisain dalam bentuk pembelajaran inovatif. Pengembang,
mempunyai kesempatan dalam merencanakan pengalaman sebelumnya untuk penerapan
program e-learning. Untuk keperluan pengembangan e-learning,
pengembang konten pembelajaran diharapkan melakukan keseluruhan dari kecakapan
mengajar dalam proses pembelajaran e-learning. Pengembang
diharapkan dapat mengganti kekurangan dari subtansi atau waktu yang mungkin
terjadi dalam pembelajaran konvensional. Walaupun demikian, pengalaman belajar
yang terstruktur dengan baik belum cukup mengganti kekurangan kecakapan
komunikasi dalam proses pembelajaran e-learning. Performansi
peserta didik melalui e-learning adalah memperlihatkan
kemampuan e-learning dalam pengintegrasian proses
pembelajaran. Komunikasi elektronik dikombinasikan dengan proses pengembangan
yang dibutuhkan untuk menempatkan suatu pembelajaran dalam fasilitas
format e-learning yang pengintegrasiannya ke dalam
penstrukturan konten.
P Proses Pengembangan e-Learning
pengembangan sebuah
aplikasi e-Learning hendaknya juga diarahkan agar mampu memenuhi empat
filosofi e-Learning seperti yang dikemukakan Cisco dalam Rusman (2009:
198) sebagai berikut:
1. e-Learning
merupakan
penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan dan pelatihan secara online;
2. e-Learning menyediakan seperangkat alat
yang dapat memperkaya nilai belajar secara konvensional (model belajar
konvensional, kajian terhadap buku teks, CD-ROM, dan pelatihan berbasis
komputer) sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan globalisasi;
3. e-Learning
tidak
berarti menggantikan model belajar konvensional di dalam kelas, tetapi
memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaan content dan
pengembangan teknologi pendidikan;
4. Kapasitas
peserta didik amat bervariasi tergantung pada bentuk, isi dan cara
penyampaiannya. Makin baik keselarasan antar content dan alat penyampai
dengan gaya belajar, maka akan lebih baik kapasitas peserta didik yang pada
gilirannya akan memberikan hasil yang baik.
Penerapan e-Learning dalam Pembelajaran
Pembelajaran
elektronik (e-Learning) telah dimulai pada tahun 1970-an. Kegiatan belajar yang
bagaimanakah yang dapat dikatakan sebagai e-Learning? Apakah
seseorang yang menggunakan komputer dalam kegiatan belajarnya dan melakukan
akses berbagai informasi (materi pembelajaran) dari internet dapat dikatakan
telah dikatakan e-Learning?. Setidaknya ada 3 (tiga) hal penting sebagai
persyaratan kegiatan belajar elektronik (e-Learning), yaitu :
a. kegiatan
pembelajaran dilakukan melalui pemanfaatan jaringan (misalnya penggunaan
internet)
b. tersedianya
dukungan layanan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik, misalnya
CD-Room, atau bahan cetak
c. tersedianya
dukungan layanan tutor yang dapat membantu peserta didik apabila mengalami
kesulitan.
Di
samping ketiga persyaratan tersebut masih dapat ditambahkan persyaratan
lainnya, seperti adanya : (a) lembaga yang mengelola kegiatan e-Learning, (b)
sikap positif dari peserta didik dan pendidik/tenaga kependidikan terhadap
teknologi komputer dan internet, (c) rancangan sistem
pembelajaran yang dapat dipelajari oleh setiap peserta didik, (d) sistem
evaluasi terhadap kemajuan atau perkembangan belajar peserta didik, dan (e)
mekanisme umpan balik yang dikembangkan oleh lembaga penyelenggara.
Ada
beberapa pertimbangan untuk menggunakan e-Learning dewasa ini, antara lain :
a. harga
perangkat komputer semakin lama semakin terjangkau (tidak lagi diperlakukan
sebagai barang mewah).
b. Peningkatan
kemampuan perangkat komputer dalam mengolah data lebih cepat dan kapasitas
penyimpanan data semakin besar
c. Memperluas
akses atau jaringan komunikasi
d. Memperpendek
jarah dan mempermudah komunikasi
e. Mempermudah
pencarian atau penelusuran informasi melalui internet.
PERMASALAHAN
1. keaktifan siswa dalam belajar kimia
di kelas masih kurang, selain itu pengaruh dari jejaring sosial yang digunakan
siswa membuat siswa sering mengabaikan pelajaran, bagaimana solusi saudara
untuk mengatasi masalah demikian dengan e-learning?
2. Dapatkah anda menyebutkan langkah
langkah yang perlu dilakukan dalam mengembangkan e-learning dalam suatu
pembelajaran kimia?
3. Dalam pembelajaran kimia ilmu
yang abstrak dari materi kimia anorganik dapat dikongkritkan dengan menggunakan
pembelajaran berbasis e-learning, dapatkah anda jelaskan apa yang dimaksud “dikonkritkan”
dalam kasus ini?
Saya ingin menanggapi pertanyaan saudari nomor 2 dimana langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam mengembangkan e-learning dalam suatu pembelajaran kimia menurut saya terdapat dua langkah yang harus dilakukan untuk menentukan metode pembelajaran yang cocok untuk diterapkan dalam suatu kondisi pembelajaran.
BalasHapusa. Menentukan terlebih dahulu tipe pembelajaran yang akan disampaikan. Analisis kebutuhan dilakukan pada langkah ini, untuk menentukan ranah mana yang akan disentuh oleh proses pembelajaran ini, apakah kognitif, psikomotor, atau efektif. Cara untuk menganalisisi tujuan tersebut berada pada kelompok highly Structured, yang mana kemampuan ini berhubungan dengan pengetahuan, pemahaman dan aplikasi yang digolongkan ke dalam highly Structured.
b. Pemilihan proses pembelajaran.Memilih tipe pembelajaran berbasis web atau e-learning yang paling tepat sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Didalam menentukan tipe pembelajaran berbasis web mana yang paling tepat, pertama tentukan ranah, tentukan ranah pembelajaran yang paling merepresentasikan tujuan, yaitu, kognitif, psikomor, dan efektif.
Saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2 :
BalasHapus1. Tahap pendefinisian (define)
Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahap ini adalah: (1) menganalisis bahan ajar berbasis e-learning yang akan digunakan , (2) analisis siswa, langkah ini menetapkan subyek pebelajar dan sasaran belajar siswa
2. Tahap perencanaan (design)
(1) penyusunan tes dengan membuat soal yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman materi dan keberhasilan siswa dalam memahami materi dalam bahan ajar, (2) pemilihan media untuk mendapatkan media yang tepat sesuai dengan perkembangan era teknologi yang sedang berlangsung, yaitu media internet
3. Tahap pengembangan (develop)
Pada tahap pengembangan (develop) langkah- langkah yang dilakukan adalah:
(1) konsultasi dengan pembimbing yang bertujuan untuk merancang dan menyusun media dan instrumen yang akan dipakai dalam penelitian,
(2) validasi yang merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data tentang nilai yang diperoleh dari validator,
(3) analisis hasil validasi, hasil validasi dianalisis sesuai dengan penilaian, saran, dan kritik dari validator,
(4) revisi bahan ajar berbasis e-learning yang bertujuan untuk menyempurnakan bahan ajar yang akan digunakan, dan
(5) uji coba terbatas, tujuan uji coba ini hanya untuk mengetahui kelayakan dari produk pengembangan yakni bahan ajar berbasis e-learning.
Saya ingin mencoba menjawab pertanyaan nomor 3, maksud dikonkretkan adalah di ibaratkan atau diilustrasikan. kita tahu bahwa ilmu kimia merupakan ilmu yang abstrak sehingga ketertarikan anak untuk menyukainya itu minim. Konsep-konsep dasar yang abstrak membuat anak menganggap bahwa materi itu sulit apalagi ditambah dengan numerik (angka-angka) serta hitungan. Guru dalam mengajar hendaknya memberikan contoh dalam kehidupan yang nyata sehingga mudah untuk dipahami oleh anak.
BalasHapusmenambahkan, dari ilmu kimia, yang di ketahui oleh kebanyakan masyarakat merupakan hal-hal yang berbahaya.
Hapusnak mengkongkretkan ilmu kimia itu juga sebagai penjelasan ilmu kimia yang sebenarnya terhadap masyarakan bahwa kimia itu tidak selamanya berbahaya bahkan tanpa adanya kimi tidak akan ada yang mampu bertahan di dunia ini.
Baiklah saya akan mencoba menjawab no 2
BalasHapus1. Identifikasi Metode e-learning
Anda perlu mengidentifikasi metode apa yang tepat untuk melakukan sistem pembelajaran online kepada para pembelajar.
2.Identifikasi Model Desain Instruksional
Berdasarkan pengalaman penulis, setidaknya ada dua model yang sering digunakan dalam mengembangkan e-learning,yakni:
ADDIE
Adalah akronim dari Analyze (analisis), Design (desain), Develop (membangun), Implement (terapkan), dan Evaluate (evaluasi). Model ini cukup umum dikenal sebagai model yang fleksibel yang sering dipakai untuk pengembangan sistem. Disiapkan untuk membantu langkah demi langkah yang membantu desainer instruksional untuk membuat program yang sesuai dengan kerangka kerja.
SAM
Merupakan akronim dari (Successive Approximation Model) atau sering disebut juga dengan istilah Rapid Prototyping. Berbeda dengan model pengembangan ADDIE, tahap Design dan Development harus diselesaikan langkah demi langkah secara berurutan sedangkan dalam SAM tahap Design dan Develop seringkali sengaja dilewatkan dan langsung masuk ke Implement. Pada tahap Evaluation maka akan diketahui hal-hal yang perlu diperbaiki, setelah diperbaiki langsung kembali ke Implement. Proses Evaluasi dan Implementasi ini terus berulang sampai diperoleh proses pembelajaran yang paling ideal.
3.Berpusat ke Peserta Didik (Learner Centered)
Dikutip dari editorial Michael G. Moore, The American Journal Of Distance Education (1989) meyakini bahwa interaksi adalah komponen terpenting dalam metode e-learning dan setidaknya terdapat tiga jenis interaksi, yaitu :
Interaksi antara peserta didik dengan konten
Interaksi ini mengacu pada interaksi antara peserta didik dengan materi pelajaran.
Interaksi antara peserta didik dengan instruktur
Jenis interaksi ini terjadi melalui forum diskusi online, live conference, live chat, email.
Interaksi antara peserta didik dengan peserta didik lainnya
Ini dapat terjadi di luar atau di dalam kelas online dengan atau tanpa instruktur. Kelompok peserta didik online dapat diberi tanggung jawab untuk bertindak secara mandiri dalam melakukan tugas proyek, atau bentuk kegiatan kelompok lainnya yang menjadi bagian dari sistem pembelajaran tersebut.
4.Optimalisasi Teknologi Pembelajaran
Setelah Anda mendesain masing-masing dari aktivitas interaksi di atas, selanjutnya tinggal memastikan bahwa teknologi pembelajaran yang Anda gunakan tepat dengan sasaran pembelajaran yang ingin dicapai. Sebagai contoh:
Teknologi interaksi antara peserta didik dengan konten: Animasi, Video, Simulation Games, Online Quiz, Examination, Case Study.
Teknologi Interaksi antara peserta didik dengan instruktur: Online forum discussion, Live Webinar, Live Webcast, Podcast, Live Chat, email.
Teknologi Interaksi antara peserta didik dengan peserta didik: Forum diskusi, Live Webinar, Live Webcast, Podcast, Live Chat, email, Face to face discussion.
5. Membangun Prosedur Evaluasi dan Revisi
Sebelum materi e-learning benar-benar diluncurkan, terlebih dahulu perlu membangun suatu prosedur di mana hal ini memungkinkan para calon peserta didik untuk menggunakan materi tersebut sebagai bahan belajar dan memberikan masukan terhadap pengalaman apa yang mereka rasakan.
Evaluasi atau masukan dari peserta didik harus dapat menjawab dari empat area dalam efektivitas e-learning, yaitu: Desain materi; desain situs; navigasi; dan estetika. Jangan lupa untuk mengelola setiap masukan dari peserta didik.
Ingin sedikit menambahkan. Langkah yg utama adalah analisis tujuan, analisis karakteristik siswa, analisis lingkungannya, analisis kebutuhan , analisis materi barulah kita bisa menenntukan media seperti apa yg cocok untuk menjawab semua langkah di atas
HapusSaya akan menjawab permasalahan anda yang pertama dimana kita dapat membuat e-learning menarik bagi siswa yaitu :
BalasHapus1. Melibatkan siswa di dalamnya untuk materi pembelajaran yang cukup lama
2. Mempunyai tujuan pembelaharan yang jelas
3. Menyediakan bahan referensi tambahan di seksi pilihan atau bahkan tautan eksternal
4. Membuat forum diskusi untuk membuat interaksi yang bervariasi baik antar guru dan murid ataupun sesama murid
5. Menggunakan multimedia yang sesuai dan mudah dipahami siswa
Kelima hal ini dapat dipertimbangakan untuk membuat pembelajaran e-learning lebih menarik.
Saya sependapat dengan desi, menurut saya kita bisa membuat e-learning menjadi lebih menarik dengan menggunakan multimedia yang menarik sehingga siswa lebih fokus ke materi, kita juga bisa mengaktifkan interaksi antara guru dan siswa dengan membuka forum diskusi, di grup kita juga bisa mengapresiasi hasil kerja keras siswa sehingga siswa merasa di hargai dan akan termotivasi untuk belajar lagi
HapusSaya akan menjawab pertanyaan tentang no 2,
BalasHapusdalam pengembangan e- learning dapat digunakan Moodle adalah sebuah nama untuk sebuah program aplikasi yang dapat merubah sebuah media pembelajaran ke dalam bentuk web. Aplikasi ini memungkinkan siswa untuk masuk ke dalam ruang kelas digital untuk mengakses materi-materi pembelajaran. Dengan menggunakan moodle, kita dapat membuat materi pembelajaran, kuis, jurnal elektronik dan lain-lain. Moodle itu sendiri adalah singkatan dari Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment.
Berbagai bentuk materi pembelajaran dapat dimasukkan dalam aplikasi moodle ini. Berbagai sumber dapat ditempelkan sebagai materi pembelajaran. Naskah tulisan yang ditulis dari aplikasi pengolah kata Microsoft Word, materi presentasi yang berasal dari Microsoft Power Point, Animasi Flash dan bahkan materi dalam format audio dan video dapat ditempelkan sebagai materi pembelajaran.
Saya mau menanggapi permasalahan no.1
BalasHapusBagi anak yng malas karena guru dapat membuat forum diskusi dimana setiap anak dapat berinteraksi, untuk penggunaan media seperti berbasis android guru bisa memberi batasan kepada siswa untuk memengang handphone selama proses pembelajaran agar anak terkendali fokus belajarnya
Baiklah, saya ingin menangggapi permasalahan anda yang pertama. Menurut pendapat saya masalah tersebut dapat diatasi dengan cara membuat e-learning itu adalah sesuatu hal yang menyenangkan bagi siswa dan bukan beban. Seorang guru harus mampu membuat situasi dalam grup chatt/personal chatt lebih asyik atau lebih cair lagi akan tetapi tidak menghilangkan unsur pelajaran kimia didalamnya.
BalasHapussaya ingin mencoba menanggapi permasalahan pertama saudari mengenai keaktifan siswa dalam belajar kimia di kelas masih kurang, selain itu pengaruh dari jejaring sosial yang digunakan siswa membuat siswa sering mengabaikan pelajaran, bagaimana solusi saudara untuk mengatasi masalah demikian dengan e-learning, untuk mengatasi hal demikian akan lebih baik pembelajaran E-Learning dilakukan secara live atau video call karena ini akan meminimalisir siswa melakukan hal lain selain belajar.
BalasHapustetapi guru bisa mengawasi siswa nya dengan menggunakan e-learning yang menyimpan aktivitas dan absensi sehingga dapat melihatkan keaktifan siswa
Hapus